Pagi hari adalah waktu dimana orang-orang mengawali rangkaian
kegiatannya untuk sehari penuh. Di saat
itu, udara yang dihirup masih terasa segar, tubuh masih bugar, fikiran masih
jernih, penuh ide dan stock semangat yang masih melimpah. Oleh karena itu, mengawali pagi dengan
melakukan hal-hal baik akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan bagi para
pelakunya. Baginda Rasulullah saw memohon keberkahan umatnya diawal hari
mereka. Seperti yang terdapat pada hadis riwayat Tirmizi, “Ya Allah, berkahilah
umatku di waktu paginya”
Ketika masjid mulai memperdengarkan suaranya dan ayam jantan telah berkokok
bersahutan maka duniapun mulai menampakkan geliatnya. Orang-orang mulai sibuk
beraktifas menyiapkan segala sesuatunya untuk hari itu. Demikian pula dalam
sebuah keluarga, ayah, Ibu dan anak-anak mulai mengambil perannya masing-masing
dalam memulai hari.
Bagi seorang ibu, pagi hari adalah masa yang paling menyibukkan dan
menguras energi. Banyak hal yang harus dilakukan secara bersamaan di waktu ini.
Membangunkan anak-anak, menyiapkan makanan sebagai sumber energi keluarga, membersihkan
rumah yang seakan tidak pernah ada akhirnya, serta aktifitas-aktifitas lainnya.
Dan salah satu kegiatan yang sering menimbulkan drama pagi-pagi adalah proses
membangunkan anak dan menyiapkan mereka untuk bersekolah.
Pada tulisan kali ini, saya akan menceritakan sebuah kebiasaan memulai hari
yang dilakukan oleh seorang ibu yang masih dilakukannya sampai saat ini dan telah
menurun menjadi kebiasaan anak-anaknya bahkan ketika mereka sudah berkeluarga.
Terkadang kegiatan membangunkan anak adalah kegiatan yang menjadi momok dan
menyita waktu bahkan energi. Anak yang
masih mengantuk dan kesulitan membuka mata, tempat tidur yang hangat dan
nyaman, serta udara yang masih segar adalah kondisi yang sulit untuk membuat
anak terjaga dari tidurnya. Sedangkan bagi seorang ibu, semua kegiatan termasuk
membangunkan anak harus dilakukan dengan cepat, tepat dan bermutu. Mengapa harus
bermutu? Karena anak yang bangun dalam kondisi rewel akan menambah pekerjaan
baru bagi ibu. Oleh karena itu membangunkan anak perlu dilakukan dengan jurus yang jitu
Banyak cara yang dilakukan ketika membangunkan anak. Mulai dari membujuknya, meneriakkan berbagai kata motivasi (baca: ancaman) yang bahkan
bisa didengar oleh tetangga sebelah, bahkan ada yang sampai harus menyiramkan air.
Semua cara tersebut adalah pilihan, dan kita bisa memilih cara yang lebih baik.
Ibu ini membangunkan anak-anaknya dengan sebuah ritual yang mungkin saja
dikeluarga lain juga memiliki ritual yang sama. Beliau selalu menjadi orang
yang pertama bangun di rumah itu. Sebelum masjid berbunyi demikian juga sahutan
ayam jantan yang masih sepi, beliau sudah memulai aktifitasnya. Hal pertama
yang dilakukannnya adalah mandi. Mandi sebelum subuh bagi beberapa orang adalah
sesutu yang berat. Salah satu alasannya adalah takut kedinginan. Namun tidak
bagi beliau. Maka tidak mengherankan jika wajahnya masih nampak awet mudah di
usianya yang mulai mendekati senja. Mandi sebelum subuh menjadi energi untuknya
sebelum terjun dalam aktifitas hariannya yang padat. Setelah itu, beliau
mendirikan sholat lail dan mengakhirinya dengan doa yang panjang untuk semua
anggota keluarganya.
Setelah melakukan kegiatan tersebut, beliau lalu mengambil teko tempat air
minum, mengisi nya sampai penuh, dibacakan doa-doa yang telah dipelajarinya
dari mendengarkan ceramah ustadz maupun membacanya langsung dari al-Quran. Selanjutnya
beliau beranjak mendatangi tempat tidur anaknya satu demi satu. Sang anak di
panggil dengan suara yang tenang disertai sentuhan lembut baik itu di wajah, tangan
atau ataupun kaki sang anak, bagian mana saja yang bisa disentuh olehnya. Yang ternyata
dalam sentuhannya tersebut beliau senantiasa menyelipkan doa yang isinya
harapan bagi sang anak. Anak yang sudah menggeliat dan sedikit tersadar karena
sentuhan maupun suara ibu lalu diajak untuk berdoa. Anak tersebut lalu
disodori gelas yang berisi air minum tadi. Sang anak yang tingkat kesadarannya
mulai naik ke tingkat awas lalu diminta untuk memegang sendiri gelas tersebut. Otomatis
sang anak harus menjaga agar gelas yang berisi air tersebut tidak tumpah. Mereka
harus konsentrasi dan tidak boleh bermalas-malasan memegang gelas tersebut atau
kalau tidak, maka yang terjadi adalah gelas tersebut akan jatuh dan airnya akan
tertumpah sehingga membasahi tempat tidur. Selain itu, beliau menyuapkan sesendok madu sesaat
setelah anak memegang gelas. Yang secara otomatis setelah meminum madu dari suapan
ibu membuat anak buru-buru meminum air tersebut hingga tandas. Anak yang sudah
minum sambil memegang sendiri gelasnya pastinya telah memiliki kesadaran penuh
sehingga ibunya tidak lagi butuh banyak kata-kata untuk mengajak anaknya
bangkit untuk melaksanakan sholat subuh.
Ritual seperti ini senantiasa telah menjadi kebiasaan di rumah tersebut. Semua
anak-anaknya telah memahami kebiasaan ibunya. Hal ini kemudian diikuti oleh
anak-anaknya. Mereka menyadari bahwa yang dilakukan ibunya adalah sesuatu yang
baik yang mendatangkan keberkahan. Berkah tersebut diperoleh dari doa tulus
sang ibu, air putih dan madu sebagai asupan energi di pagi hari dan juga kata-kata motivasi yang disertai dengan kelembutan sentuhan
tangan ibu yang mengusap wajah sang anak ketika dibangunkan. Untaian kata-kata
yang disampaikan pada anak pada saat bangun tidur dapat tersimpan dengan baik
dalam memorinya. Pada saat itu gelombang otak bekerja di alam bawah sadarnya. Dengan demikian setiap
kalimat yang sampaikan menjadi sebuah mantra ajaib untuk seorang anak. Kalimat yang
baik berupa pujian bahkan kalimat yang buruk berupa makian akan terus menempel
pada diri anak hingga ia dewasa kelak.
Di atas tadi hanyalah sedikit kisah dari seorang ibu yang kini telah
menjadi teladan bagi anak-anaknya. Jejak dari kebiasaan baik seorang ibu dapat
menjadi jalan bagi anak-anaknya menuju surga. Bagaimanapun hidup adalah
pilihan. Hak bagi setiap orang memilih untuk memberi lebih baik bagi diri dan
keluarganya. Dan Semoga dengan tulisan ini, bisa menjadi inspirasi bagi kita dalam
mengawali hari dengan kebaikan.
by Uswatun Hasanah

15 comments:
Ibu teladan
Emak super...penuh dengan inspirasi..😍
I love you mom 😗
MasyaAllah Bu. Adem sekali membacanya. 🤩🤩🤩
Emank andalan...
Wah anaknya muncul 😁🤗
Alhamdulillah
Semoga kisahnya menginspirasi
Semangat bu rina
Semoga selalu istiqamah berbagi inspirasi
Alhamdulillah
Semoga bermanfaat😍🙏
Heheh
Semoga bermanfaat pak🙏
Inspiratif
Maa syaa Allah ma'am.. terimakasih ilmunya ma'am
Masya Allah
Harus banyak belajar dari emak teladan ini...
Inspiratif😍🤩
The power of mom
Post a Comment