Friday, June 19, 2020

SEBAIK-BAIK PERKATAAN







Oleh: Uswatun Hasanah

Pada tulisan sebelumnya, telah dibahas mengenai peranan ibu dalam mengantar anaknya masuk ke dalam surga. Salah satunya adalah dengan memberi teladan kepada anak-anaknya. Seorang anak adalah cerminan dari orang tuanya. Orang tua merupakan salah satu faktor penentu terbentuknya karakter seorang anak. Dan ibu adalah sosok yang paling penting bagi seorang anak. Dimulai sejak ia masih dalam kandungan, ketika terlahir ke dunia , bahkan ketika seorang anak tersebut telah dewasa dan menjadi orang tua, ia tetaplah menjadi anak dari seorang ibu. Oleh karena itu ibu harus dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Sebagaimana pepatah arab yang mengatakan “ ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak”. Ada Banyak hal yang bisa dijadikan teladan dari sosok seorang ibu. Salah satu hal yang sangat memberi pengaruh terkait keteladan seorang ibu adalah cara berkomunikasi atau berbicara kepada anak-anaknya. 

Seorang wanita terlahir berbeda dari pria. Mereka berbeda secara anatomi, emosional serta pembawaannya. Ia adalah sosok yang unik penuh misteri. Struktur otak wanita telah didesain khusus oleh Allah swt sebagai makhluk yang kelak menjadi malaikat tak bersayap bagi seorang anak manusia. Pusat verbal pada otak wanita lebih dominan pada pria. Jika seorang pria bisa menghasilkan 7000 kata setiap hari, maka wanita bisa menghasilkan kata 3x lipat. Penulis tidak tahu apakah ada hubungan antara hadis nabi yang mengatakan bakti kepada ibu 3x lipat dari ayah, karena ibu punya 3x lipat kemampuan berbahasa yang harus dipahami seorang anak ( #Just kidding). Oleh karena itu, seorang ibu merupakan komunikator ulung. Yang kelak merupakan guru pertama seorang anak yang akan mengajari banyak hal tentang tujuan dia diciptakan di dunia ini. Yakni untuk beribadah kepada Allah swt.  وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ  (Qs. Az zariyat;56)

Dengan kemampuan verbal/ berbahasa yang dimiliki seorang ibu. Maka penting bagi seorang ibu mengetahui cara berkomunikasi yang baik. Dan al-quran telah memberikan panduan terkait hal itu. Dalam tulisan kali ini, penulis akan menguraikan beberapa panduan dalam berbicara (baca: Qaulan) yang bisa dijadikan tuntunan bagi seorang ibu dalam berkomunikasi.

  • Qaulan Ma’rufa (perkataan yang baik)
Ibu ketika berbicara kepada anaknya, hendaklah berbicara dengan cara yang baik, santun, tidak melukai perasaan anak, berbicara sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Dengan demikian, secara tidak langsung ia akan memberi contoh kepada anaknya tentang bagaimana cara berbicara yang baik. Orang tua memberi teladan Qaulan Ma’rufa  contohnya dengan cara berbicara yang jujur kepada anak. Namun terkadang ada segelintir orang tua yang dengan tega membohongi anak dengan janji-janji manis agar anak yang tadinya merengek bisa cepat tenang agar ibunya yang sedang sibuk bekerja di dapur atau melakukan aktifitas lainnya tidak terganggu. Cara instan menenangkan anak ini secara tidak langsung mengajarkan anak kita untuk berbohong dan membuat mereka tidak percaya kepada orang tuanya. Oleh karena itu, qaulan ma’rufa perlu senantiasa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam keluarga kita sehingga kelak terbentuk karakter yang ma’ruf pula dalam diri seorang anak


  • Qaulan Sadida (perkataan yang tegas dan benar)
Seorang ibu yang identik dengan kelembutannya tidak menyebabkan dirinya harus menuruti semua keinginan sang anak. Seorang ibu harus menyampaikan kebenaran kepada anak meski hal tersebut kadang tidak sesuai dengan keinginannya. Seperti misalnya kasus kepemilikian barang dari dua anak bersaudara yang saling berebut, seorang ibu harus bisa menjadi hakim yang adil bagi kedua anaknya. Seorang anak harus diberikan pengertian bahwa tidak semua benda yang dia inginkan adalah miliknya. Mereka perlu diajarkan untuk menghormati hak orang lain. Hal ini mengajarkan pula agar mereka tidak egois. Pun hikmah lain dari perkataan yang tegas  ini akan melatih terbentuknya rasa percaya diri anak, tidak memiliki sifat ragu-ragu dalam berbicara

  • Qaulan Layyina (perkataan yang lemah lembut)
Sudah selayaknya seorang ibu berbicara yang lembut kepada anaknya, berbicara disertai dengan senyuman,  wajah yang ceria, dan candaan yang menghangatkan. Karena bagaimanapun, ibu adalah sosok yang selalu dirindukan seorang anak. Kelembutan yang ada padanya menjadi obat penenang hati. Seorang anak akan merasa nyaman berada dekat dengan ibunya ketika ibunya berkata yang lembut. Ketika ia merasa nyaman, maka seorang anak tidak perlu lagi mencari kenyamanan di tempat yang lain. Seorang anak yang nyaman dengan ibunya, akan mudah berkomunikasi dengan orang tuanya, sehingga anak dapat dengan mudah curhat dengan orang tuanya. Dengan demikian orang tua dapat membantu anak-anak mereka menangani masalah yang meraka hadapi tanpa perasaan was-was. Anak-anak yang merasa nyaman dengan orang tua mereka tidak lagi membutuhkan tempat pelarian yang bisa saja memberi memberi dampak buruk bagi mereka.
4
  • Qaulan Balighoh (perkataan yag membekas pada jiwa)
Pada postingan sebelumnya, dikatakan bahwa surga berada di telapak kaki ibu. Yang mana telapak ini kelak akan meninggalkan jejak/bekas. Maka seorang ibu dapat meninggalkan jejak berupa perkataan yang terus membekas. Perkataan  membekas ini bisa berupa nasehat ataupun peringatan yang mengandung pelajaran hidup bagi diri anak. Orang tua yang memberi bekal pendidikan kepada anak-anaknya harus memiliki kemampuan berbicara yang  memberi pengaruh positif. Ucapan yang kita lontarkan harus berbobot, bukan hanya kata tanpa makna. Kata-kata yang efektif, komunikatif, straight to the poin akan lebih mudah dipahami oleh anak. Ibu yang cerdas dapat menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat intelektual anak. Mereka menggunakan bahasa yang dapat dengan mudah dipahami oleh anak-anaknya. Berapapun usia mereka. Seorang ibu bisa menempatkan dirinya ketika berbicara pada anak. Mereka bisa menjadi teman, sahabat, kakak, sekaligus ibu yang senantiasa mengayomi. Sebagaimana hadits nabi “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar akal (intelektualitas) mereka” (H.R. Muslim).
5
  • Qaulan Maisura ( perkataan yang mudah)
Qaulan maisura bermakna perkataan yang mudah dicerna, mudah dipahami. Kata-katanya menyenangkan atau berisi kabar gembira bagi yang mendengarkan. Seorang ibu yang dibekali kemampuan verba yang luar biasa, bisa saja menggunakan bahasa yang overdosis. Terkadang seorang ibu yang ingin membangunkan anaknya harus mengeluarkan kata yang jika seandainya dituangkan dalam sebuah tulisan maka bisa menjadi sebuah essay yang lengkap mulai dari pendahuluan sampai kesimpulan. Belum lagi dengan intonasi yang beragam, mulai dari sopran, mezzo sopran sampai di level alto. Pun ditambah dengan kecepatan super sonik yang menghasilakn banyak kata persekian detik. Hal demikian terkadang lupa disadari oleh ibu, bahwa sesungguhnya anak mereka butuh waktu untuk mencerna bahasa ibu.

Dari uraian di atas, kita dapat mengambil hikmah bahwa tanggung jawab kita sebagai manusia bukanlah sesuatu yang mudah. Setiap potensi yang kita miliki semua mengandung hikmah. Demikian pula potensi berbahasa yang dimiliki oleh seorang ibu. Sudah sepatutnya digunakan untuk berkata yang baik sesuai syariat yang diajarkan agama kita. Setiap perkataan ini telah ada panduannya, sehingga seorang ibu yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya kelak dapat menjadi sebenar-benar syurga bagi mereka. Pun setiap perkataan yang kita lontarkan kelak akan dimintai pertanggung jawabannya.


9 comments:

Rina Novianty said...

Masyaa Allah...menyejukkan🥰

Sri Wahyuni said...

MasyaAllah. Keren

Daeng Tene said...

Tulisan hebat

Mata Air said...

Memank coretan emak luar biasa

samsinars77 said...

Mantap de

Ashar nrmn said...

TOP.. isinya dalem bgt bu.

Unknown said...

Masya Allah...penulis adlh seorang emak,istri dan guru yg hebat😊

Syamsidar HS said...

Mantap dinda

Unknown said...

Insya Allah sllu diterapkan

JANGAN LAGI ADA IBU MALIN KUNDANG

Oleh: Uswatun Hasanah Pernahkah anda dikecewakan? Bagaimana rasanya? Pastinya menyakitkan. Apalagi jika kita dikecewakan ole...